Rabu, 06 Juni 2012

Malang Art Gathering II "Kota Plastik"



A.   Latar Belakang

Global WarmingBegitulah kata para penggiat lingkungan, ilmuwan coba mengingatkan sesama penduduk bumi, bahwa bumi tempat yang kita tinggali bersama beribu tahun yang lalu sudah mengalami kerusakan dan akan semakin parah jika kita tidak bergegas merubah pola hidup kita terhadap alam.

 Akan banyak sekali aspek bila berbicara kerusakan lingkungan yang ditimbulkan manusia, baik yang terkooperasi dalam perusahaan atau masyarakat secara individual. .Namun Kami Marginal Art Community coba menyikapi salah satu aspek dari sekian banyak permasalahan lingkungan hidup – PLASTIK”.

Kenapa PLASTIK???

Siapa yang dapat meyangkal - realitas manusia modern sangat bergantung pada plastik dalam kesehariannya, plastik selalu hadir dalam setiap aktivitas manusia. Plastik pun dapat menyentuh setiap lapisan atau strata sosial dalam masyarakat.

Sifatnya yang tahan lama, praktis, dinamis, dan ekonomis hingga manfaat yang dihasilkan membuatnya menjadi pilihan utama bagi manusia saat ini. Berbagai ragam barang-barang mulai rumah tangga, kantor hingga industry dapat diolah dengan plastik. Hasil akhirnya pun (sampah/limbah) dapat dengan mudah di recycle (daur ulang) menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali oleh manusia.

Lalu apa yang menjadi masalah jika plastik dari segi manfaat dan kegunaan memberikan nilai lebih terhadap manusia?
Jika memahami sifat dan nilai ekonomisnya plastik memang menjadi pilihan praktis dan terbaik untuk menggantikan ketergantungan manusia terhadap penggunaan bahan logam dan kayu untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. 

Tapi disisi lainnya Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta plastik per menit. Untuk membuatnya, ternyata diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Berdasarkan informasi, 30% volume sampah di Amerika Serikat terdiri dari plastik. Bagaimana di negara kita, Indonesia? Menurut Hendri Bastaman Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, saat ini rata-rata di Indonesia menghasilkan sampah sekitar 0,5 kg, sekitar 13% diantaranya adalah sampah plastik yang sulit didaur ulang dan kurang lebih perlu waktu 500 tahun untuk proses penguraian.”

Umumnya sampah plastik ditangani dengan cara dikubur atau dibakar dalam incinerator. Namun, kedua cara tersebut belum menyelesaikan masalah. Plastik yang dikubur tidak akan membusuk, sementara lahan tempat mengubur plastik semakin sulit. Pembakaran plastik akan menyebabkan polusi. Misalnya, pembakaran PVC menghasilkan gas hidrogen klorida (HCl) atau gas klorin (Cl2).

Dan akan semakin banyak lagi fakta jika kita menguraikan satu-persatu permasalahan yang ditimbulkan plastik terhadap lingkungan.

Kemudian apa hubungan Plastik dengan Seni????

Jika pada event tahun lalu, Malang Art Gathering I berbicara Keunikan tas plastic (kresek) dan permasalahan yang ditimbulkannya maka pada tahun ini Malang Art Gathering II akan mengangkat Plastik secara umum dengan tema KOTA PLASTIK”. Kota Plastik terlahir melalui sebuah kristalisasi ide dan mengerucut terhadap penyikapan salah satu kondisi kekinian. Keunikan plastik yang bersifat lentur (elastis), praktis dan menjadi gaya bagi seluruh strata sosial juga sama dengan sifat yang ada di dalam dunia kesenian.

Bukan mencari kesamaan atau memaksakannya tapi lebih melihat dalam persamaan  - plastik dan dunia kesenian saat ini. Tidak ada satupun orang yang memungkiri bahwa dunia seni juga harus bersifat lentur (elastis) dan dinamis terbuka terhadap perubahan dan bisa menjadi jembatan terhadap perubahan gaya hidup (budaya).

Seperti plastik, seni pun tak lepas dari perdebatan dan permasalahan di dalamnya yang tidak jarang menjadi unsur ketidakharmonisan antara para pelakunya. Terlebih jika dunia seni baik para pelaku dan lembaga seni yang menjadi sangat eksklusif ditengah masyarakatnya dan berdiri sendiri dimenara gading.

Berangkat dari persamaan problematika inilah, Marginal Art Community memfokuskan tematik pada kota plastik yang memadukan seni rupa (instalasi ,lukisan,fotografi,dll),music, teater, tari, performance art sebagai sebuah entertainment yang dapat dinikmati oleh siapa saja. Sehingga bukan hanya milik seniman tapi juga secara keseluruhan adalah pesta seni masyarakat yang juga berbasis edukasi.

Unsur keragaman yang diharapkan muncul dari event kota plastik adalah munculnya kesadaran dan kebijaksanaan serta kreatifitas masyarakat dalam kesenian dan juga gaya hidup dalam menikmati dan menggunakan sesuatu barang tanpa harus merugikan orang disekitarnya dan lingkungan hidup.

B.   Maksud

1.    Sebagai seni pertunjukan dengan konsep edukatif dan pro terhadap lingkungan yang bersifat entertainment bagi masyarakat.

2.    Sebagai media transformasi ide dan gagasan seni dan kepedulian terhadap lingkungan.


C.    Tujuan

1.    Terciptanya ruang edukatif sehingga terjadinya regenarasi pada pelaku-perlaku seni  juga terbangunnya ruang seni dan budaya yang lebih dinamis dan apresiatif.

2.    Munculnya ruang-ruang apreasi seni dimasyarakat terlebih kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup disekitarnya.


D.   Nama Kegiatan

Malang Art Gathering II


E.    Tema Kegiatan

“KOTA PLASTIK”


F.    Konsep Kegiatan

Instalasi “KotaPlastik”, Pameran Seni Rupa, Performance art menyajikan kretifitas dari para pelaku yang tertuang dalam berbagai media seni sebagai transformasi ide dan gagasan terhadap problematika plastik dan lingkungan. Seni instalasi akan memanfaatkan plastik sebagai media yang akan dibentuk dalam beberapa pola yang menggambarkan keunikan sampah plastik jika mampu dimanfaatkan secara maksimal dan juga akan menggambarkan permasalahan limbah plastik terhadap lingkungan yang akan menjadi gunung es jika terus dibiarkan tanpa ada kesadaran dari semua stake holder untuk memanfaatkan plastik sebijaksana mungkin penggunaanya.

Seni gerak Teater membawa judul “Bumi Plastik” yang menggambarkan permasalahan lingkungan, manusia dan plastik. Produksi masal plastik bukan hanya berbicara manfaat tapi juga masalah yang kelak ditimbulkan. Penggunaan yang berlebihan dan tanpa kebijaksanaan menyebabakan manusia cenderung menggampangkan penggunaan plastik hanya karena harga yang murah dan mudah didapat. Namun ekses-ekses yang ditimbulkan terlebih pada lingkungan meningggalkan problem tersendiri yang diabaikan dan menumpuk bisa membawa bencana terhadap bumi yang kita tinggali. selain itu seni gerak juga akan memadukan kreatifitas-kreatifitas dari beberapa sanggar tari yang ada di malang dan juga fashion show yang berhubungan dengan tematik acara.

Music Performance akan menyugguhkan eksplorasi bunyi dari bahan plastik. Sebuah penggambaran bahwa plastik juga sumber bunyi yang memiliki ragam frekuensi dalam bunyi dan jika dimanfaatkan dan digunakan dengan bijaksana menjadikannya bunyi-bunyian yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan tanpa harus merugikan lingkungan dan orang lain.

G.   Bentuk Kegiatan

1.    Pameran seni rupa (instalasi, lukisan,fotografi,dll)
2.    Performance art
3.    Pertunjukan  Musik
4.    Pertunjukan Teater
5.    Pertunjukan Tari 

H.   Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Dewan Kesenian Malang (DKM), jl.Mojopahit pada tgl 28-30 juni 2012


I.      Peserta Acara (Terlampir


J.    Susunan Kepanitiaan 

Penanggung jawab                                 : Tuhan YME

Steering committee                                 : Dandung Prasetyo
                                                                        Lookmans

Organization Committee                        : Marginal Art Community

Ketua Pelaksana                                      : Bondan Komsen

Sekretaris                                                   : Felik komsen

Bendahara                                                 : Prita

Koordinator Seni Rupa                          : Heri samin
                                                                        Didik samin
                                                                        Muklis stk
                                                                        Rendi samin

Koordinator Performance art               : Dapeng limo
                                                                        Enny asrinawati
                                                                        Fajar samin
                                                                        Kristian

Koordinator teater                                   : Dayat unisma
                                                                        Andra hampa

Koordinator Musik                                   : Obing Opus
                                                                        Antok samin

Publikasi dan dokumentasi                  : Kuman samin
                                                                        Bagos opus
                                                                        Dani samin

Soundsystem                                           : Panca komsen
      Randi komsen
 
Lighting & artistic                                    : Acil hampa
                                                                        Reza samin
                                                                        Marte samin

Acara                                                          : Alan opus

Humas                                                       : Andri komsen
                                                                       Mahendra samin
                                                                       Umar samin

Perlengkapan                                          : Curut samin
                                                                       Duta komsen
                                                                       Haris komsen
                                                                       Andre samin

Transportasi                                            : Pandu komsen
                                                                    Riki komsen

Konsumsi                                                : Yoga opus
                                                                    Galih opus

Akomodasi                                              : Zondag opus
                                                                    Ali mardono



7 komentar:

  1. Balasan
    1. oyi,aku juga mendukungmu brather,,saiki jennenge koyok sasbrush,,hehe.lanjut ca..
      engko lek mari ngeprint aku munggah d gonmu

      Hapus
  2. Balasan
    1. mas ojok lali karyane sampean sing gambar andre..,yo opo teguh sibang toyip saiki ndek endi,,

      Hapus