Sabtu, 23 Juni 2012
Jumat, 15 Juni 2012
DOKUMENTASI MAG 1 - 2010
bagi yang belum tahu MAG 1 dan bagi yang sudah tahu tapi ingin lihat foto2 dokumentasi MAG 1 bisa klik disini
Kamis, 14 Juni 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Jumat, 08 Juni 2012
Rabu, 06 Juni 2012
Malang Art Gathering II "Kota Plastik"
A.
Latar
Belakang
Global Warming…Begitulah kata para
penggiat lingkungan, ilmuwan coba mengingatkan sesama penduduk bumi, bahwa bumi
tempat yang kita tinggali bersama beribu tahun yang lalu sudah mengalami
kerusakan dan akan semakin parah jika kita tidak bergegas merubah pola hidup
kita terhadap alam.
Akan banyak sekali aspek bila berbicara
kerusakan lingkungan yang ditimbulkan manusia, baik yang terkooperasi dalam
perusahaan atau masyarakat secara individual. .Namun Kami Marginal Art Community coba menyikapi salah satu aspek dari sekian
banyak permasalahan lingkungan hidup – “PLASTIK”.
Kenapa PLASTIK???
Siapa
yang dapat meyangkal - realitas manusia modern sangat bergantung pada plastik dalam
kesehariannya, plastik selalu hadir dalam setiap aktivitas manusia. Plastik pun
dapat menyentuh setiap lapisan atau strata sosial dalam masyarakat.
Sifatnya
yang tahan lama, praktis, dinamis, dan ekonomis hingga manfaat yang dihasilkan
membuatnya menjadi pilihan utama bagi manusia saat ini. Berbagai ragam
barang-barang mulai rumah tangga, kantor hingga industry dapat diolah dengan
plastik. Hasil akhirnya pun (sampah/limbah) dapat dengan mudah di recycle (daur
ulang) menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali oleh manusia.
Lalu apa yang menjadi
masalah jika plastik dari segi manfaat dan kegunaan memberikan nilai lebih
terhadap manusia?
Jika
memahami sifat dan nilai ekonomisnya plastik memang menjadi pilihan praktis dan
terbaik untuk menggantikan ketergantungan manusia terhadap penggunaan bahan
logam dan kayu untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.
Tapi
disisi lainnya Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar
50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam
kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar plastik digunakan
penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta plastik per
menit. Untuk membuatnya, ternyata diperlukan 12 juta barel minyak per tahun,
dan 14 juta pohon ditebang.
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun
mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari
senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik
diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi
(terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air,
laut, bahkan udara.
Berdasarkan
informasi, 30% volume sampah di Amerika Serikat terdiri dari plastik. Bagaimana
di negara kita, Indonesia?
Menurut Hendri Bastaman Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi
dan Pemberdayaan Masyarakat, saat ini rata-rata di Indonesia menghasilkan
sampah sekitar 0,5 kg, sekitar 13% diantaranya adalah sampah plastik yang sulit
didaur ulang dan kurang lebih perlu waktu 500 tahun untuk proses penguraian.”
Umumnya
sampah plastik ditangani dengan cara dikubur atau dibakar dalam incinerator.
Namun, kedua cara tersebut belum menyelesaikan masalah. Plastik
yang dikubur tidak akan membusuk, sementara lahan tempat mengubur plastik
semakin sulit. Pembakaran plastik akan menyebabkan polusi. Misalnya, pembakaran
PVC menghasilkan gas hidrogen klorida (HCl) atau gas klorin (Cl2).
Dan
akan semakin banyak lagi fakta jika kita menguraikan satu-persatu permasalahan
yang ditimbulkan plastik terhadap lingkungan.
Kemudian apa hubungan
Plastik dengan Seni????
Jika
pada event tahun lalu, Malang
Art Gathering I
berbicara Keunikan tas plastic (kresek) dan permasalahan yang ditimbulkannya
maka pada tahun ini Malang Art
Gathering II akan mengangkat Plastik secara umum dengan
tema “KOTA PLASTIK”. Kota Plastik terlahir
melalui sebuah kristalisasi ide dan mengerucut terhadap penyikapan salah satu
kondisi kekinian. Keunikan plastik yang bersifat lentur (elastis), praktis dan
menjadi gaya bagi seluruh strata sosial juga sama dengan sifat yang ada di
dalam dunia kesenian.
Bukan
mencari kesamaan atau memaksakannya tapi lebih melihat dalam persamaan - plastik dan dunia kesenian saat ini. Tidak
ada satupun orang yang memungkiri bahwa dunia seni juga harus bersifat lentur
(elastis) dan dinamis terbuka terhadap perubahan dan bisa menjadi jembatan
terhadap perubahan gaya
hidup (budaya).
Seperti
plastik, seni pun tak lepas dari perdebatan dan permasalahan di dalamnya yang
tidak jarang menjadi unsur ketidakharmonisan antara para pelakunya. Terlebih
jika dunia seni baik para pelaku dan lembaga seni yang menjadi sangat eksklusif
ditengah masyarakatnya dan berdiri sendiri dimenara gading.
Berangkat
dari persamaan problematika inilah, Marginal
Art Community memfokuskan tematik pada kota plastik yang memadukan seni rupa
(instalasi ,lukisan,fotografi,dll),music, teater, tari, performance art sebagai
sebuah entertainment yang dapat dinikmati oleh siapa saja. Sehingga bukan hanya
milik seniman tapi juga secara keseluruhan adalah pesta seni masyarakat yang juga
berbasis edukasi.
Unsur
keragaman yang diharapkan muncul dari event kota
plastik adalah munculnya kesadaran dan kebijaksanaan serta kreatifitas
masyarakat dalam kesenian dan juga gaya
hidup dalam menikmati dan menggunakan sesuatu barang tanpa harus merugikan
orang disekitarnya dan lingkungan hidup.
B.
Maksud
1. Sebagai
seni pertunjukan dengan konsep edukatif dan pro terhadap lingkungan yang
bersifat entertainment bagi masyarakat.
2. Sebagai
media transformasi ide dan gagasan seni dan kepedulian terhadap lingkungan.
C.
Tujuan
1. Terciptanya
ruang edukatif sehingga terjadinya regenarasi pada pelaku-perlaku seni juga terbangunnya ruang seni dan budaya yang
lebih dinamis dan apresiatif.
2. Munculnya
ruang-ruang apreasi seni dimasyarakat terlebih kesadaran masyarakat terhadap
lingkungan hidup disekitarnya.
D.
Nama
Kegiatan
Malang Art Gathering II
E.
Tema
Kegiatan
“KOTA PLASTIK”
F.
Konsep
Kegiatan
Instalasi “KotaPlastik”, Pameran Seni Rupa, Performance art menyajikan kretifitas dari
para pelaku yang tertuang dalam berbagai media seni sebagai transformasi ide
dan gagasan terhadap problematika plastik dan lingkungan. Seni instalasi akan
memanfaatkan plastik sebagai media yang akan dibentuk dalam beberapa pola yang
menggambarkan keunikan sampah plastik jika mampu dimanfaatkan secara maksimal
dan juga akan menggambarkan permasalahan limbah plastik terhadap lingkungan
yang akan menjadi gunung es jika terus dibiarkan tanpa ada kesadaran dari semua
stake holder untuk memanfaatkan plastik sebijaksana mungkin penggunaanya.
Seni gerak Teater
membawa judul “Bumi Plastik” yang
menggambarkan permasalahan lingkungan, manusia dan plastik. Produksi masal
plastik bukan hanya berbicara manfaat tapi juga masalah yang kelak ditimbulkan.
Penggunaan yang berlebihan dan tanpa kebijaksanaan menyebabakan manusia
cenderung menggampangkan penggunaan plastik hanya karena harga yang murah dan
mudah didapat. Namun ekses-ekses yang ditimbulkan terlebih pada lingkungan
meningggalkan problem tersendiri yang diabaikan dan menumpuk bisa membawa
bencana terhadap bumi yang kita tinggali. selain itu seni gerak juga akan
memadukan kreatifitas-kreatifitas dari beberapa sanggar tari yang ada di malang dan juga fashion
show yang berhubungan dengan tematik acara.
Music Performance
akan menyugguhkan eksplorasi bunyi dari bahan plastik. Sebuah penggambaran
bahwa plastik juga sumber bunyi yang memiliki ragam frekuensi dalam bunyi dan
jika dimanfaatkan dan digunakan dengan bijaksana menjadikannya bunyi-bunyian
yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan tanpa harus merugikan lingkungan dan
orang lain.
G.
Bentuk
Kegiatan
1. Pameran seni rupa
(instalasi, lukisan,fotografi,dll)
2. Performance art
3. Pertunjukan Musik
4. Pertunjukan Teater
5. Pertunjukan Tari
H.
Tempat
dan Waktu Pelaksanaan
Dewan Kesenian Malang (DKM),
jl.Mojopahit pada tgl 28-30 juni 2012
I.
Peserta
Acara (Terlampir
J.
Susunan
Kepanitiaan
Penanggung jawab : Tuhan YME
Steering committee : Dandung Prasetyo
Lookmans
Organization Committee : Marginal Art Community
Ketua Pelaksana : Bondan Komsen
Sekretaris : Felik komsen
Bendahara : Prita
Koordinator Seni Rupa : Heri samin
Didik samin
Muklis stk
Rendi samin
Rendi samin
Koordinator Performance art : Dapeng limo
Enny asrinawati
Fajar samin
Kristian
Kristian
Koordinator teater : Dayat unisma
Andra hampa
Koordinator Musik : Obing Opus
Antok samin
Publikasi dan dokumentasi : Kuman samin
Bagos opus
Dani samin
Soundsystem :
Panca komsen
Randi
komsen
Lighting & artistic : Acil hampa
Reza samin
Marte samin
Acara : Alan opus
Humas : Andri komsen
Mahendra samin
Umar samin
Perlengkapan :
Curut samin
Duta komsen
Haris komsen
Andre samin
Transportasi : Pandu komsen
Riki komsen
Konsumsi : Yoga opus
Galih opus
Akomodasi : Zondag opus
Ali mardono
Transportasi : Pandu komsen
Riki komsen
Konsumsi : Yoga opus
Galih opus
Akomodasi : Zondag opus
Ali mardono
Minggu, 03 Juni 2012
Sabtu, 02 Juni 2012
Langganan:
Postingan (Atom)










